19 April 2008

bahwa kita tetaplah manusia..

Jika Aliran Islam terbesar di republik ini menjadi Aliran Terkecil
dan, aliran terkecil sekarang menjadi aliran terbesar...

maka,
Apakah kita masih mempertanyakan status ke.."islaman" kita?
Apakah tindak anarkis masih akan terjadi ?
Apakah merusak warung dan tempat hiburan tetap terjadi?
Apakah agama masih akan menjadi bahan politik?

Marilah kita berhenti sejenak,
untuk beristirahat dan menghirup teh manis ini
dan kembali bertanya:

Benarkah negara kita ini negara agamais ??
atau apakah kita ini memang benar-benar agamais??

kita tetaplah manusia biasa..
bahwa urusan agama adalah suatu yang hakiki
urusan sang manusia dengan sang Pencipta
bukan urusan yang menjadi hak "kita" manusia mengomentarinya
atau malah menjadikannya bahan tawar menawar politik omong kosong

Marilah kita kembali duduk menepi dan berhenti sejenak,
untuk beristirahat dan menghirup teh manis ini
dan kembali bertanya:

Benarkah negara kita ini negara agamais ??
atau apakah kita ini memang benar-benar agamais??

18 Maret 2008

About me..

Hahahahaha….kok ya kayak orang terkenal aja kebagian Tag. Jik musime po ya kang? Yups, pengumuman dapet Tag ini saya dapat dari saudara seperguruan di padepokan sekar langit dilereng Gn. Suket *halah*, yaitu pendekar sayur. Lewat sms pula..disertai ancaman di SB..wkakakakaka..

Baiklah, biar kayak orang terkenal, saya langsung mengerjakan demi kejayaan jagad persilatan (halah, opo maneh iki)

Saya,

I’m passionate about:

  • Gusti Allah, pencipta dari seluruh jagad semesta ini
  • Keluarga di ujung ndeso sana, tempat segala pelepas keluh kesah
  • Menyendiri, mencoba untuk tetep eling siapa saya dengan berinteraksi di alam
  • Art Desain, pengen banget bisa mendesain dari yang biasa menjadi sesuatu yang indah
  • Senyuman, rasanya sangat lepas jika segala permasalahan kita hadapi dengan senyuman

Mostly I say :

  • Astaghfirullahaladzim..disertai ambegan dowo..menghirup nafas panjang
  • “Segera”, “Siap”
  • “Suwun ya”…(terima kasih bahasa:jawa)..sori lho kang..bukan bermaksud menyama-nyamai…tapi ini karena kita berasal dari tunggal perguruan (halah…)

I’ve just finished reading:

  • Langit Kresna Hariadi: Gajahmada, part 3
  • Langit Kresna Hariadi : Candi Murca, part 2 : Air terjun seribu angsa

Insya Allah before I die, I want to :

  • Minta maaf atas segala salah dan khilaf
  • Membahagiakan orang-orang disekeliling saya
  • Menjalani hidup dan kehidupan ini dengan penuh kedamaian

I love listening to :

  • Kitaro
  • Mountain sunrise peacefull Pan Flutes
  • Wisdom & Succes

What my friends like about me :

  • Wkakakaka..podo kang…mungkin daripada suka..lebih cenderung kasihan..wkakakaka..

Last year I've learned :

  • Lebih menerima diri, nahan emosi
  • Ikhlas terhadap segala sesuatunya..sulit kadang, jika iri masih menyertai..
  • Lebih bijak dalam menerima segala hal tentang hidup dan kehidupan

Kira-kira itu saja secuil kisah tentang saya, dan Tag ini saya haturkan ke siapa saja yang mau mengisi diblog masing-masing..mungkin, vina mau, ato shiput, ato agaz ato siapa saja yang mau berbagi..silahkan dan suwun..

09 Maret 2008

Akui saja, Bahwa negara kita MISKIN !!

Krisis yang terjadi dinegara kita ini nampaknya semakin menjadi-jadi. Namun, setidaknya hal ini tidak begitu dirasakan oleh semua masyarakat. Mungkin, hal ini karena mereka telah terlena dengan apa yang disebut era globalisasi tau mungkin juga sebagian terlena akan keadaan yang seperti ini-ini saja tanpa ada perubahan, namun malah mundur secara teratur secara perlahan namun pasti.


Kekontrasan yang terlihat dan terjadi disekeliling kita tanpa kita sadari, membuat kita berusaha angkuh dan cuek akan pemandangan tersebut. Apakah hal ini karena kita semua sudah bosan ataukah ada hal lain yang yang membuat kita bertindak seperti itu?

Ribut-ribut laskar wahtaniyah di Malaysia sana kemarin disambut gegap gempita oleh kita. Oke, bolehlah kita marah terhadap perekutan yang dilakukan oleh Malaysia terhadap warga Negara republik ini, namun hal itu membuat kita seakan lupa, bahwa mereka yang hidup dipedalaman mengalami dimpitan krisis ekonomi yang begitu sulit, lain dengan kita yang ada di tengah belantara kota. Mereka berusaha untuk terus mempertahankan hidupnya, bukankah hak untuk hidup adalah hak asasi yang paling dasar ketika manusia itu lahir?

Sebetulnya ga usah jauh-jauh ke pedalaman Kalimantan, semisal korban Lumpur Lapindo jika ditawari menjadi laskar wahtaniyah pun pasti akan mau. Kenapa? Karena mereka berusaha untuk hidup. Bukankah Hak asasi mereka telah terampas, sedangkan seharusnya, Negara yang melindungi warga negaranya tidak mampu berbuat banyak? Bukankah dalam undang-undang dasar disebutkan, setiap warga Negara berhak atas penghidupan yang layak bagi kemanusiaan?? Jika hal itu sudah terjadi apa yang harus diperbuat ? Akui saja bahwa negara kita itu Negara miskin !!

Aneh bin ajaib, ketika minyak menjadi barang mewah di Negara penghasil minyak bumi dan penghasil minyak kelapa sawit ini. Berapa banyak warga yang harus gulung tikar usahanya dikarenakan ketidakmampuan mereka membeli minyak yang menjadi alat sumber mencari nafkah mereka. Ironis memang, lahan kelapa sawit yang begitu luas, yang secara lingkungan memiliki dampak negatif karena pembabatan hutan yang berefek langsung terhadap pemanasan global, ternyata tidak malah membuat harga minyak stabil, namun semakin meroket saja.


Sebetulnya semakin hari, semakin kompleks pula permasalahan negeri ini, namun marilah kita sikapi hal itu semua secara arif, secara bijaksana untuk mengingatkan pihak yang berwenang. Mengurai benang kusut tidak akan berhasil jika semuanya langsung diurai, namun butuh kesabaran dan ketelatenan untuk mengurai benang kusut tersebut satu persatu. Jangan berpindah mengurai benang kusut yang lain, jika satu benang kusut belum selesai diurai..